Di malam sepi ini aku termenung..
Menatap kekosongan dengan mata tertutup..
Membayangkan kubangan yang melayang..
Dalam kesertamertaan yang mengambang..
Kuterlarut dalam samudera khayalan..
Layak bermimpi indah, dunia seakan di tangan..
Kuterbang bebas bagaikan burung di udara..
Dan terbang menukik bagaikan elang di angkasa..
Oh semuanya hilang sejenak bagai tertelan..
Keindahan dunia tersapu ke dalam serok pikiran..
Dan akupun meraih sgala bintang di atasnya..
Dan menaburnya di tanah dunia anganku…
Semuanya tampak indah dan serasa nikmat..
Hingga kutak ingin tersadar lagi dari angan ini..
Kuingin slalu terpenjam dan menulis cerita..
Meski lembarannya tersimpan dalam pikiran saja…
Dhillira (deemust)
dimas delimaswara
Selasa, 19 Juli 2011
Selasa, 21 Juni 2011
yang terlupakan
Biarlah malam menyelimuti hatimu yang sedih
Biarlah bintang menemani dirimu yang sendiri
Biarlah ku menghiburmu
meski ku juga mengalami
Sekali-kali aku bukanlah pujangga
aku hanya insan yang dirundung rasa cinta
cinta menggila
seakan-akan hancur saja relung ini
Kesedihan berujung kesudahan
kesudahan berujung kesadahan
kesadahan berujung keseduan
keseduan berujung kesenduan
lewati hari
meski tak kunanti
lewati masa
meski tak kurasa
lewati sepi
meski tak kucari
lewati cinta
meski tak kucipta
lewati hati
meski tak kudapati
lewati asa
meski tak kurasa
kesunyian
lemparkan kesunyian
tangkap kesepian
sama saja nian
berbeda sekian
...meski terucap
seribu kata
tak menancap
pun sekata
lewati hari
dengan kata rindu
lewati hati
dengan hanya sendu
****
imajinasi
intuisi
ilusi
berkolaborasi
...jadi puisi
jadi sunyi
jadi sepi
jadi janji
dalam serambi
dalam hati
menyatu kiri
sebelahnya lagi
Rabu, 15 Juni 2011
KASMARAN
Lembut tatapan mu meluluhkan ketakutan ku
Naluri mencintai berlari menghampiri hati
Merayu untuk kembali.....
Memaksa cinta berdiri dari keterpurukan hati
Kasih putih....
Menghampar luas dihadapan
Mengisyaratkan dua hati saling bertaut kasih
Mendekat dan mendekap ingin menyatukan menjadi segumpal keindahan
Halusnya jari jemari cinta mu
Membelai indah hati yang luka
Sedikit demi sedikit menghapus cerita lama
Memulai cerita dengan keikhlasan cinta
Alunan jeritan sayang merdu terdengar
Mengalir mengikuti alur takdir
Berniat untuk mengakhiri kemuara Cinta
Menenggelamkanya sambil berpelukan
Naluri mencintai berlari menghampiri hati
Merayu untuk kembali.....
Memaksa cinta berdiri dari keterpurukan hati
Kasih putih....
Menghampar luas dihadapan
Mengisyaratkan dua hati saling bertaut kasih
Mendekat dan mendekap ingin menyatukan menjadi segumpal keindahan
Halusnya jari jemari cinta mu
Membelai indah hati yang luka
Sedikit demi sedikit menghapus cerita lama
Memulai cerita dengan keikhlasan cinta
Alunan jeritan sayang merdu terdengar
Mengalir mengikuti alur takdir
Berniat untuk mengakhiri kemuara Cinta
Menenggelamkanya sambil berpelukan
Kamis, 09 Juni 2011
hilangnya sinar indah ku
Aku pernah kehilangan kepercayaan diriku.
Kepercayaan bahwa diriku adalah seorang manusia.
Yang seharusnya lebih kuat.
Yang seharusnya lebih baik.
Daripada seekor binatang..
Dalam gelapnya kekalutan hatiku ini.
Ku melihat secercah sinar terang.
Yang menghampiriku.
Dan membantuku berdiri.
Hingga akhirnya aku bangkit.
Dari segala kegelisahanku tersebut..
Sinar itu sangat indah.
Sangat terang dan berkilauan.
Ia menuntunku keluar dari kegelapan.
Dan membimbingku erat menuju dunia yang cerah.
Dimana dalam dunia itu kutemukan lebih banyak sinar lagi.
Yang menyambutku hangat.
Dan mengajariku arti hidup yang sesungguhnya..
Ada satu sinar indah.
Yang selalu setia mendampingiku.
Membantuku bangkit dari masalah.
Dan mengajariku arti kedewasaan.
Tak pernah kucoba mengkhianatinya.
Begitupun sebaliknya.
Tak pernah pula sedetikpun ia mendustaiku…
Namun kini.
Aku gelisah.
Tak pernah kulihat sinar itu kembali.
Untuk mendampingiku mengajari arti kedewasaan..
Wahai dewi cinta..
Kembalikan ia padaku.
Mengapa ia pergi tinggalkanku.
Tanpa sepatah katapun…
Dewi cinta..
Bantu aku mengingatkannya.
Jikalau dulu dalam suatu masa.
Pernah adanya janji.
Dimana aku dan dia.
Akan selalu setia menghibur.
Akan selalu setia menemani.
Sampai tibanya waktuku nanti…
Kepercayaan bahwa diriku adalah seorang manusia.
Yang seharusnya lebih kuat.
Yang seharusnya lebih baik.
Daripada seekor binatang..
Dalam gelapnya kekalutan hatiku ini.
Ku melihat secercah sinar terang.
Yang menghampiriku.
Dan membantuku berdiri.
Hingga akhirnya aku bangkit.
Dari segala kegelisahanku tersebut..
Sinar itu sangat indah.
Sangat terang dan berkilauan.
Ia menuntunku keluar dari kegelapan.
Dan membimbingku erat menuju dunia yang cerah.
Dimana dalam dunia itu kutemukan lebih banyak sinar lagi.
Yang menyambutku hangat.
Dan mengajariku arti hidup yang sesungguhnya..
Ada satu sinar indah.
Yang selalu setia mendampingiku.
Membantuku bangkit dari masalah.
Dan mengajariku arti kedewasaan.
Tak pernah kucoba mengkhianatinya.
Begitupun sebaliknya.
Tak pernah pula sedetikpun ia mendustaiku…
Namun kini.
Aku gelisah.
Tak pernah kulihat sinar itu kembali.
Untuk mendampingiku mengajari arti kedewasaan..
Wahai dewi cinta..
Kembalikan ia padaku.
Mengapa ia pergi tinggalkanku.
Tanpa sepatah katapun…
Dewi cinta..
Bantu aku mengingatkannya.
Jikalau dulu dalam suatu masa.
Pernah adanya janji.
Dimana aku dan dia.
Akan selalu setia menghibur.
Akan selalu setia menemani.
Sampai tibanya waktuku nanti…
Rabu, 08 Juni 2011
Saat kata terucap dengan manis
Mengapa tak hanya diam
Kau semakin menghancurkan ku
Walau ku tak mengerti maksud hatimu
Hati??
Mengapa s’lalu menyebut hati
Perasaan??
Tak adakah kata lain
Kau bilang kan menjaga Perasaan ku
Tapi kini kau menyakitiku
Kau hancurkan hatiku
Perasaanku
Tak sadarkah kau
Dimana hatimu?
Kata-katamu manis
Semanis lidahmu mengucap
Tapi telingaku sakit saat mendengarnya
Bagai tersambar petir
Begitu teganya dirimu
terhadap cinta suciku……………………………………..
Langganan:
Komentar (Atom)




