pagi ini kutulis
menulis surat
tetapi entah surat yang keberapa
ke persembahkan hanya untuk ibu ku
surat ku hanya memakai kertas biasa
hanya sobekan dari buku tilisku ini
ditindas hitam tinta bolpoin murahan ini
tanpa amplop hanya bermotif garis biru saja
melaui surat-suratku
aku gambarkan sosokmu seperti peri
muncul dari kepundan putih
diatasnya berdiri makhota bertatahkan serpih berlian
aku hanya bisa melihat sekilas wajahmu
berkelebat di badan gunung
juga di kawah dengan kepulan asap
atau di kabut yang melingkupinya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar