![]() |
sunyiku pada pena
Sebingkai meja berwarna coklat
kelu dan berdebu
seakan lautan kata
beku dalam dingin suhu
Sepucuk kertas membentuk perahu
di layarnya teruntuk namamu
Pena itu kembali menggigil
menggoreskan kegelisahan
Aku cinta padamu
Hanya genangan tinta terbentuk seperti teluk
Bantu aku menulis kata cinta
dengan sinar matamu
agar kutemukan nyala
dalam unggun kata
atau jadilah rembulan di rantingranting aksara
mengganti tikaman gelap dengan romantika remang.
Biarkan kuikatkan samar-samar cahayamu
menyatukan sejuta kalimat dalam lembarlembar puisi.
Lalu senyummu kujadikan majas
Agar makna semakin jelas
membebaskan cinta dari pernyataan
yang tak pernah tuntas.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar